Tutorial on Modifying Linux Kernel

Tepat satu pekan yang lalu saya bersama salah seorang teman yang sangar bernama Ragowo bertemu dengan seorang Dosen yang tentunya jauh lebih sangar, ABJ-Sensei. Perbincangan ringan kami bermula saat Ragowo datang tergopoh-gopoh dengan kantong yang dibawanya. Bukan kantong ajaib.

aga
Ini Aga

Kami telah mengagendakan jauh-jauh waktu (sekitar 12 jam sebelum pertemuan tersebut) untuk melaporkan tugas yang diberikan Pak ABJ kepada kami mahasiswa amatir untuk mengganti nama kernel Linux menjadi nama kami sendiri (tentunya ini tugas yang SANGAT sederhana dan MUDAH untuk dikerjakan).

Well, bagaimana kami menyelesaikan pekerjaan ini? Mari kita simak tutorial berikut.

Pertama, kami akan menceritakan tugas yang diberikan Pak ABJ-sensei di kelas SOST beberapa pekan yang lalu. Secara garius bersar tugas tersebut terpecah menjadi 4 sub-task yang masing-masing dari sub-task tersebut memiliki poin tersendiri.

4 sub-task tersebut antara lain :

  1. Install Raspbian OS di SD Card, lalu booting pada Raspberry Pi v.3 (poin 30)
  2. Install Raspbian OS di Flash Disk, lalu booting pada Raspberry Pi v.3 (poin 50)
  3. Modifikasi nama kernel menjadi nama anda atau kernel version menjadi NIM anda (poin 30)
  4. Melakukan kedua poin pada sub-task 3 (poin 50)

Berdasarkan instruksi dari Pak ABJ untuk subtask 1 dan 2 kami harus mengerjakan salah satu. Dan sama halnya untuk subtask 3 dan 4. Sehingga poin maksimal yang dapat kami dapat 100.

Berarti untuk mendapatkan poin maksimal kami harus mengerjakan subtask kedua dan keempat. Hmmm, menarik. 🙂

CHALLENGE ACCEPTED

Continue reading “Tutorial on Modifying Linux Kernel”

Advertisements

Sebuah Hari Bagi Sarjana

Hari yang spesial selalu hadir untuk mereka yang telah berjuang. Hari pergantian status menjadi purna sebagai mahasiswa. Saatnya mereka menerapkan apa yang telah mereka pelajari selama menempuh kehidupan ideal di tempat bernama universitas. Kebingungan besar akan menyelimuti mereka yang tidak pernah berfikir akan masa depannya. Dan cahaya yang terang akan menyambut mereka yang menyiapkan masa depannya dengan sungguh-sungguh. Inilah hari yang menyadarkan, hari wisuda.

Kehidupan selalu memiliki lompatan tersendiri. Seperti halnya pole dan zero yang membentuk turunan dan tanjakkan di bode plot, pilihan hidup telah menjadikan lukisan kehidupan menjadi indah dan menarik untuk ditelusuri.  Kehidupan yang singkat terkadang menjadi terasa panjang jika yang melaluinya menikmati dan menjalaninya dengan penuh makna. Sebaliknya, kehidupan yang singkat ini terasa semakin singkat saat tak ada tujuan hidup yang jelas baik di dunia maupun di kehidupan setelah dunia.

Hari ini, semakin banyak sarjana-sarjana bertebaran di muka bumi. Setidaknya di bumi Yogyakarta. Apa yang membedakan mereka adalah apa yang telah mereka lakukan dan dapatkan selama menempuh kehidupan di kampus. Hanya mereka yang mempersiapkan hidupnya yang dapat kita katakan beruntung. Sisanya? Menggantung tanpa arah yang jelas, mengalir bagai air, dan terjun bebas layaknya katak yang terjatuh dari balon udara.

Bagi sebagian dari mereka kehidupan kampus terasa sangat singkat, ada yang berkesan, ada yang biasa-biasa saja. Pemaknaan terhadap kesempatan luar biasa ini sungguh sangat beragam. Jika kita sadar, betapa beruntungnya kita mendapatkan kesempatan besar ini, sungguh menyia-nyiakan kesempatan ini adalah suatu kerugian besar. Kerugian yang tidak bisa kita ganti lagi di masa yang akan datang. Namun, waktu tetaplah waktu. Ia akan terus berdetik tanpa kita sadari.

Waktu tak dapat berhenti oleh kita yang malas untuk berlari. Waktu tetaplah seperti itu. Jika kita tetap seperti ini, maka bukankah kita orang yang merugi? Untuk kalian para wisudawan, selamat atas apa yang telah kalian capai. Semoga apapun pilihan kalian setelah ini merupakan pilihan terbaik bagi kalian dan bagi orang-orang di sekitar kalian. Tunjukkan pada dunia bahwa meluluskan kalian sebagai sarjana dari universitas terbesar se-Indonesia (read : UGM) bukanlah sebuah kesalahan besar. Melainkan keajaiban yang patut disyukuri karena dengan adanya kalian negara ini bisa bernafas lega. Dengan adanya kalian negara ini bisa semakin optimis. Optimis untuk berlari mengejar kejayaan dan kesejahteraan yang saat ini masih menjadi mimpi yang belum tercapai.

hariwisuda

Selamat berjuang wahai wisudawan, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah hari ini. Selamat menjadi orang biasa setelah sekian lama menjadi “Maha”siswa.

Salam hangat,

Mahasiswa tingkat akhir yang mencintai perubahan

4 Hari Menuju Hari Besar

Tinggal tersisa beberapa hari lagi menuju hari yang telah begitu dinantikan. Perubahan dalam hidup ini hendaknya selalu menuju arah yang lebih baik. Kita hanya  bisa berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini. Dalam doa kita memohon agar selalu ditunjukkan menuju jalan kebenaran.

Di dunia ini hidup kita tidak lama. Hanya sesaat dan sangat singkat. Alangkah rugi jika kita tidak melalukan yang terbaik untuk kebaikan kita dan orang – orang yang kita sayangi. Dengan semua yang telah dianugerahkan kepada kita hendaknya kita bersyukur. Bersyukur bukan berarti diam. Bersyukur bukan berarti hanya berterima kasih tanpa memanfaatkan apa yang telah diberi. Bersyukur bukan berbangga diri. Akan tetapi, bersyukur ialah menggunakan apa yang telah diberikan oleh-Nya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh-Nya.

dsc00428

Tinggal tersisa beberapa hari lagi. Ya ini sungguh hari-hari terakhirku. Maka masihkah aku berani untuk tidak bersyukur?
This is your life and you decide where you go from here.